Kisah Peter Kelinci

Kisah Peter Kelinci
Oleh Beatrix Potter

Alkisah di sebuah hutan ada 4 ekor kelinci bernama flopsy, mopsy, cottontail, dan Peter. Suatu Siang Ibu mereka ingin pergi membeli Roti.

Ia berpesan pada ke-4 Anaknya: “Kalian boleh bermain di sekitar hutan, tapi jangan sekali-kali kalian bermain di ladang sayur milik Pak McGregor”. “Berbahaya”.” Ayah Kalian, telah lama tidak kembali setelah ia pergi ke ladang sayur milik Pak McGregor”, kata Ibu.
Mereka ber-4 menjawab serempak pesan Ibu: “baik Ibu”
Lalu Ibu Kelinci pun,  segera pergi ke toko roti dengan membawa keranjangnya.
Flopsy, Mopsy, Cottontail, patuh dengan peringatan Ibu. Mereka bermain di sekitar rumah dengan memetik buah blackberry, sebanyak mereka bisa. Namun tidak dengan Peter. Ia tidak patuh akan larangan Ibu dan nekat pergi ke kebun sayur milik Pak McGregor.
Peter merangkak dan menyelinap di bawah pagar kebun sayur milik Pak McGregor. Mulailah ia memakan daun selada, kacang panjang, dan lobak yang segar.

Walau  Peter merasa kenyang., tapi ia ingin memakan ketimun, berjalanlah ia ke deretan ketimun.

Tiba-tiba tanpa sengaja Pak McGregor, melihat Peter, sambil berteriak : “kelinci”!!!… Peter secepat kilat berlari dari kejaran Pak McGregor yang ingin menangkapnya sambil membawa, garpu tanah.
 




 
Sewaktu berlari Peter melepas sepatunya yang baru, satu di deretan tanaman kentang, satu di deretan tanaman kubis. Peter terus berlari dan berlari dengan demikian ketakutan, dan celakanya mantel barunya  tersangkut jaring yang dipasang McGregor di sekeliling tanaman Gooseberry, menyebabkan Peter tidak bisa bergerak.
Peter bergerak sekuat tenaga, melepaskan diri, tapi tidak bisa. 3 ekor burung yang mengetahui Peter terperangkap, turut sedih karena tidak bisa membantu, dan hanya menghibur: “tenangkan diri Peter, kau harus mencari akal untuk membebaskan dirimu” ujar salah satu burung.
Peter pun menenangkan diri, dan mulai menyusun strategi, untuk membebaskan dirinya. Ia mendengar suara langkah Pak McGregor, mendekat. Ia membawa tampah, untuk mengurung Peter.  Saat Pak McGregor, melepas Peter, tiba-tiba Peter melompat dan berlari sekencang ia bisa, dan tidak lagi menghiraukan mantel barunya  yang tersangkut di jaring.
Tiba-tiba ia menemukan tempat untuk menyiram bunga. Segera ia  melompat didalamnya, celakanya tiba-tiba ia bersin: “haatttttsssyiii”, Pak McGregor mendengarnya, segera ia berlari ke arah tempat penyiram tanaman, namun lagi-lagi Peter dapat meloloskan diri dengan cepat. Peter berlari….berlari dan berlari, tanpa memikirkan arah, beruntungnya ia segera menemukan pintu kayu tempat tadi ia menerobos kebun, cepat-cepat ia merangkak dan menerobos ke luar kebun, kemudian berlari sekencang-kencangnya, tanpa menoleh ke belakang .
Pak McGregor, yang tidak berhasil menangkap Peter, menemukan mantel Peter dan Sepatunya, dan memasangnya pada orang-orangan di Kebun Sayurnya. “Ini akan menjadi peringatan bagi Kelinci-kelinci Bandel yang sering merusak kebunku”, katanya.
Sesampainya di lubang di sebuah pohon yang merupakan rumah Peter bersama Ibu dan ketiga saudaranya,  Peter segera rebah dan tidur, kelelahan di lantai rumahnya. Ibu Peter yang tidak tahu apa yang terjadi bertanya dalam hati:
“ada apa dengan Peter”? sudah dua kali ia menghilangkan mantel dan sepatunya”. Tapi Ibu tidak tega untuk membangunkan Peter, dan menanyakannya. Segera ia membopong Peter dan memindahkannya ke tempat tidur.
 
Sementara Peter  tidur dengan nyenyak karena kelelahan di kejar Pak McGregor, flopsy, mopsy,  dan cottontail, menikmati segelas susu yang hangat, roti yang lezat, juga Blackberry yang manis untuk makan malam
 
Cerita diambil dari:
Beatrix Potter, 1987. The Beatrix Potter Collection, Volume One, “The Tale of Peter Rabbit”, Wordsworth Classic,  hal  11-18
Gambar  karya Beatrix Potter, diambil dari:
http://www.gutenberg.org/ebooks/14838