Petani Miskin Penghuni Surga
Oleh Jacob Grimm dan Wilhelm Grimm
Suatu ketika di akhir jaman, ada seorang petani miskin tiba di gerbang surga.
Seorang pedagang atau bahasa kerennya pengusaha kaya raya juga di tiba di gerbang surga, hendak di masukkan ke Surga oleh Malaikat, setelah menghadap Tuhan.
Oleh Jacob Grimm dan Wilhelm Grimm
Suatu ketika di akhir jaman, ada seorang petani miskin tiba di gerbang surga.
Seorang pedagang atau bahasa kerennya pengusaha kaya raya juga di tiba di gerbang surga, hendak di masukkan ke Surga oleh Malaikat, setelah menghadap Tuhan.
Malaikat Penjaga Surga, membukakan pintu gerbang surga, dan membiarkan si pengusaha kaya masuk surga, dan menutup pintu kembali, sebelum mempersilahkan Petani Miskin masuk.
Dari luar, si Petani miskin dapat mendengar surga menyambut orang kaya itu dengan penuh kegembiraan. Terdengar suara musik dan nyanyian. Akhirnya ketika suasana sudah sepi,
Malaikat Penjaga Surga mempersilahkan Petani miskin tersebut untuk masuk ke Surga.
Petani tersebut disambut dengan penuh cinta, tapi tanpa musik atau perayaan. Si Petani miskin kemudian bertanya pada Malaikat Penjaga Surga, mengapa mereka berpesta untuk orang kaya itu, tetapi tidak untuknya?
"Sama sekali tidak", ujar Malaikat dengan penuh lemah lembut
"kami mencintaimu seperti juga mencintai semua Penghuni Surga yang lain". "Ketahuilah Petani Miskin, Buruh Miskin, Semua orang Biasa yang tidak kikir, tidak rakus akan harta, dan tidak gemar menumpuk kekayaan, namun gemar bersedekah pada fakir miskin, setiap saat banyak yang masuk surga"
"Sementara pengusaha kaya raya, pejabat koruptor yang gemar menimbun harta, hingga rumah dimana-mana, mobil 3,4,5,
"Berbeda dengan para pengusaha kaya raya atau pejabat. hanya sangat sedikit sekali dari mereka yang bisa masuk surga". Lanjut Malaikat.
"Karena Pengusaha Kaya Raya dan Koruptor, biasanya gemar membeli harta benda luar biasa mahal, pergi ke penjuru bumi, memiliki mobil 4, 5, atau lebih dan rumah dimana-mana, namun kikir untuk bersedekah pada fakir miskin, mementingkan diri sendiri dan tamak menumpuk harta, lanjut Malaikat".
" Jika mereka tidak tamak dan rakus, rela berbagi pada sesama, mana mungkin ada fakir miskin di muka bumi", Tutup Malaikat.
Sang Petani Miskin pun tersenyum, bahagia masuk ke rumah barunya di Surga.
Sumber Cerita:
Jacob Grimm dan Wihlem Grimm. 2010, Grim's tale for young and old, alih bahasa Kuncoro dan Audrey, Penerbit versi Indonesia, PT. Dinastindo Adiperkasa Internasional, Indonesia, hal. 550
Dari luar, si Petani miskin dapat mendengar surga menyambut orang kaya itu dengan penuh kegembiraan. Terdengar suara musik dan nyanyian. Akhirnya ketika suasana sudah sepi,
Malaikat Penjaga Surga mempersilahkan Petani miskin tersebut untuk masuk ke Surga.
Petani tersebut disambut dengan penuh cinta, tapi tanpa musik atau perayaan. Si Petani miskin kemudian bertanya pada Malaikat Penjaga Surga, mengapa mereka berpesta untuk orang kaya itu, tetapi tidak untuknya?
"Sama sekali tidak", ujar Malaikat dengan penuh lemah lembut
"kami mencintaimu seperti juga mencintai semua Penghuni Surga yang lain". "Ketahuilah Petani Miskin, Buruh Miskin, Semua orang Biasa yang tidak kikir, tidak rakus akan harta, dan tidak gemar menumpuk kekayaan, namun gemar bersedekah pada fakir miskin, setiap saat banyak yang masuk surga"
"Sementara pengusaha kaya raya, pejabat koruptor yang gemar menimbun harta, hingga rumah dimana-mana, mobil 3,4,5,
"Berbeda dengan para pengusaha kaya raya atau pejabat. hanya sangat sedikit sekali dari mereka yang bisa masuk surga". Lanjut Malaikat.
"Karena Pengusaha Kaya Raya dan Koruptor, biasanya gemar membeli harta benda luar biasa mahal, pergi ke penjuru bumi, memiliki mobil 4, 5, atau lebih dan rumah dimana-mana, namun kikir untuk bersedekah pada fakir miskin, mementingkan diri sendiri dan tamak menumpuk harta, lanjut Malaikat".
" Jika mereka tidak tamak dan rakus, rela berbagi pada sesama, mana mungkin ada fakir miskin di muka bumi", Tutup Malaikat.
Sang Petani Miskin pun tersenyum, bahagia masuk ke rumah barunya di Surga.
Sumber Cerita:
Jacob Grimm dan Wihlem Grimm. 2010, Grim's tale for young and old, alih bahasa Kuncoro dan Audrey, Penerbit versi Indonesia, PT. Dinastindo Adiperkasa Internasional, Indonesia, hal. 550
Image credit :
